Welcome di Blog HIMA Prodi Blora

Profil singkat Prodi Keperawatan Blora

Kampus IV Prodi Keperawatan Blora adalah salah satu Program studi yang ada di poltekkes kemenkes semarang,Dari 5 Prodi dan 7 jurusan di poltekkes semarang(Semarang,Blora,magelanng,pekalongan,purwokerto),Prodi keperawatan Blora menjadi salah satu prodi dengan 1 Jurusan yaitu Keperawatan

Yel-Yel

Disiplin Diri,Raih Prestasi,Sehat Semua Mendunia: Hidup Mahasiswa!!

Sambutan Ketua Hima 2011

Assalamualaikum Wr.Wb.

wssalamualaikum Wr.Wb.

Gatra Satria

Salam Sehat,Prodi Blora!

Diharapkan dengan adanya Blog HIMA Prodi Keperawatan Blora ini bisa membantu seluruh KBM Blora untuk mendapatkan hal-hal yang bermanfaat,blog ini dibuat dengan tujuan agar semua informasi yang ada dapat segera dipublikasikan dan diakses oleh seluruh KBM,selain itu dengan adanya blog ini diharapkan dapat dipergunakan dengan baik untuk saling sharing,pendokumentasian kegiatan,menampung Hasil karya dan sebagai alat mengenalkan ke masyarakat luar tentang Prodi Keperawatan Blora.

SALAM SEHAT PRODI BLORA!!!

Wisata di Blora

Waduk Bentolo adalah sebuah waduk yang terletak tidak jauh dari lokasi Goa Terawang. Waduk Bentolo disamping sebagai obyek wisata juga digunakan sebagai irigasi lahan pertanian untuk mengairi disebagian kawasan yang terletak di blora
Selanjutnya


Pemandian Sayuran terletak didaerah perbukitan di Desa Soko Kecamatan Jepon + 14 Km. ke arah Timur Laut Kota Blora
Selanjutnya




Waduk Tempuran adalah merupakan Wisata Alam yang berfungsi utama sebagai saluran irigasi serta pembinaan atlit-atlit dayung yang bertaraf internasional,
Selanjutnya



Alat Alat Kedokteran Kuno Yang Seram








3. Double Guillotine (1860):






Dipergunakan untuk mencabut amandel








4. Screw "Gag" (1880-1910):






Dipergunakan untuk membuka paksa mulut pasien







5. Saw (1830-60):






Gergaji yang dipergunakan untuk menggergaji luka yang dianggap telah lemah untuk di operasi







6. Backward "Scissors (1500):






Gergaji ini dipergunakan untuk melakukan operasi untuk amputasi


Risiko Kecelakaan di RS Lebih Besar Dibanding Naik Pesawat

Jakarta, Banyaknya peristiwa kecelakaan pesawat memberi kesan bahwa risiko kematian dalam penerbangan sangat tinggi. Padahal menurut WHO, risiko kecelakaan saat naik pesawat tak seberapa besar dibanding risiko kesalahan medis di rumah sakit.

Baru-baru ini, organisasi kesehatan dunia atau WHO mengungkap bahwa risiko terjadinya kesalahan atau error di rumah sakit cukup tinggi yakni 1 di antara 10 pasien. Sementara risiko kematian akibat kesalahan tersebut tak kalah mengejutkan, yakni 1 di antara 300 pasien.

Dibandingkan dengan risiko kematian dalam kecelakaan penerbangan, angka ini jauh lebih kecil. Jika diambil rata-rata dari seluruh penerbangan di dunia, risiko kematian akibat pesawat jatuh atau kecelakaan lainnya hanya sekitar 1 di antara 100 juta penumpang.

Jenis kesalahan yang paling sering memicu kematian di rumah sakit adalah infeksi yang terjadi selama dirawat, atau disebut sebagai infeksi nosokomial (INOS). Dari ratusan juta kasus INOS tiap tahunnya, 50 persen bisa dicegah jika dokter dan paramedis rajin mencuci tangan dengan hand-rub alkohol.

(baca selengkapnya)

Dunia Kedokteran Heboh ! Robot Penghancur Kanker telah dibuat


"Berbahagialah, berkat teknologi robotik dan kepandaian ilmuwan barat sono. Robot penghancur sel-sel kanker telah dikembangkan dan segera dipergunakan dalam dunia kedokteran."
Nano Spider for kill the Cancer DNA

Nano Spider Robots

Para ilmuwan telah menciptakan robot mikroskopis dari molekul DNA yang dapat berjalan, berbalik dan bahkan menciptakan produk-produk kecil mereka sendiri di jalur perakitan berskala nano.

Perangkat revolusioner yang dijelaskan dalam jurnal Nature ini di masa depan diharapkan bisa memimpin pasukan robot ahli bedah yang bisa membersihkan arteri manusia atau membangun komponen komputer di dalamnya. 
Dengan ukuran nano, dapat membunuh sel-sel Kanker didalam tubuh.
Dikutip dari Daily Mail, salah satu pendukung proyek dari New York Columbia University ini bahkan telah mengembangkan robot laba-laba berukuran 4 nanometer atau sekitar 100.000 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia.
(klik judul untuk melanjutkan)

Microneedles: jarum suntik masa depan yang tidak sakit

Bagi sebagian besar anak kecil (bahkan orang dewasa) bila berhadapan dengan jarum suntik (needles) akan menjadi suatu “mimpi buruk” apalagi bila sudah membayangkan masuknya jarum ke dalam tubuh. Ihhhh . . . . . .
Tetapi mungkin ini akan menjadi masa lalu bila penemuan yang dilakukan oleh Institut Teknologi Kharagpur (Institute of Technology Kharagpur) dan Universitas Tokai, Jepang (Tokai University).
Mereka telah mengembangkan sebuah jarum suntik yang disebut jarum suntik mikro (microneedles) yang menjamin bahwa sama sekali tidak ada rasa sakit bagi siapaun bila disuntik dengan menggunkan jarum mickro yang satu ini.

Desain jarum ini sendiri diinspirasi oleh sengat yang ada di seekor nyamuk betina. Tahu kan, kebanyakan dari kita, tidak pernah merasakan apapun bila digigit nyamuk dan inilah yang menjadi inspirasi dari jarum mikro tersebut.
Berbicara mengenai ukuran, sebagai informasi jarum suntik yang ada saat ini mempunyai ukuran diameter sekitar 900 microns sedangkan microneedles mempunyai ukuran hanya 60 microns (15 kali lebih kecil).
Material dari jarum suntik mikro ini menggunakan titanium yang pada akhirnya akan menjadi kendala dalam masalah harganya (www.lintasberita.com)
Diberdayakan oleh Blogger.